Music Puisi

Music Puisi

Puisi Gabriela Mistral: Kepada Anakku

Kepada Anakku


Tanganku sibuk sepanjang hari, Aku tak punya banyak waktu luang

Bila kau ajak aku bermain, Ku jawab,” Ayah tak sempat, Nak”.
Aku bekerja keras semua untukmu,
Tapi bila kau tunjukkan buku ceritamu
Atau mengajakku berbagi canda,
Ku jawab,” Sebentar Sayang”

Di malam hari, kutidurkan kamu. Kudengarkan doamu, kupadamkan lampumu.
Lalu berjingkat meninggalkanmu
Kalau saja aku tinggal barang satu menit lagi
Sebab hidup itu singkat, tahun-tahun bagai berlari

Bocah cilik tumbuh begitu cepat, kamu tak lagi berada di sisi ayah
Membisikkan rahasia-rahasia kecilmu, buku dongengmu entah dimana
Tak ada cium selamat malam, tak kudengar lagi doamu
Semua itu milik masa lalu

Tanganku dahulu sibuk, sekarang diam
Hari-hari terasa panjang membentang
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberimu waktu dari hatiku!
###

Puisi dari Gabriela Mistral; pemenang Nobel Prize in Literature


Puisi Gabriela Mistral sangat digemari dan berpengaruh luas di negerinya Chile, juga di Amerika latin. Nama aslinya adalah Lucia Godoy Alcayaga, lahir tahun 1889 di Vicuna, Chile. Dia pernah menjadi mentor bagi Penyair besar Chile lainnya yang juga meraih Nobel Sastra, Pablo Neruda, di masa-masa awal kepenyairan Neruda. Bakatnya yang cemerlang sebagai Penyair mulai kelihatan dalam kumpulan puisi pertamanya Soneto de la Muente (1914), tetapi ia mulai dikenal luas lewat kumpulan puisi Desolacion (1922). Kumpulan ini memuat puisi-puisinya yang terbaik, dengan tema utama cinta dan hilangnya cinta, yang ditulisnya dengan kesederhanaan pedusunan. Sebagaimana dijalani oleh beberapa Penyair Amerika latin, ia pun menjalani profesi sebagai diplomat selama hidupnya, yakni pernah menjabat sebagai konsul di Spanyol, Portugal dan Brasil. Mistral menerima Hadiah Nobel Sastra tahun 1945 dan meninggal tahun 1957.
Tags:
3/related/default